Friday, December 30, 2011

..tanyaku.pada.bambu..

By Dee

Dari manakah kelahiran?

Bertahun lalu aku melihatnya

dalam tunas bambu muda

yang bergerak tinggi setiap hari

dan kini tak serupa lagi

ke manakah kelahiran?

kemarin aku mendengarnya

lewat gesekan daun bambu tua

yang terus bernyanyi untuk angin

hingga meranggas dalam bisu tak bergerak lagi

Di manakah kelahiran

Hari ini aku mengengamnya

lewat kering kuning daun bambu mati

yang ketat memeluk putih bulir ketan

sampai akhirnya terbelah pisau dan gigi

setiap hari raya tiba

Mau ke manakah kelahiran?

esok lusa aku menatapnya

dalam cabikan daun bambu dan ketan

ditelan tanah hitam

yang mengawinkan keduanya lagi

dalam hubungan tanpa hieraki

Masih adakah kelahiran?

aku hanya mampu mengenangnya

lewat jasad daun bambu yang menghadiahkan hara

demi gemburnya si pucuk muda

yang ingin tinggi

ingin menyanyi

hingga ranggas nanti

dan disini aku

raguku akan perubahan

gentarku akan kematian

pertanyaan sia-sia ku

pada rerimbun bambu yang tak pernah tetap

di manakah keabadian?

lewat daun bambu terakhir

dari batang bambu terakhir

yang tak berahasia

yang tak pernah merenung apa-apa

kuketahui jantung ini didegupkan kelahiran

perunahan

kematian

bersamaan

bergantian

tanpa jeda

tanpa tanya

bambu tahu

dalam setiap rupa

suara

jejak hidupnya

degup itulah satu alasan ia ada

sebagaimana semua

yang bersebab dan berakibat

termasuk bambu dan aku

No comments:

Post a Comment